translate

Thursday, March 19

TUHAN MENGAJAR MELALUI CORONA


Vatikan sepi.
Yerusalem sunyi.
Tembok Ratapan dipagari.
Paskah tak pasti.
Kabbah ditutup.
Shalat Jumat dirumahkan.
Umroh batal.
Shalat Tarawih Ramadhan mungkin juga bakal sepi.

Corona datang
Seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh!
Bahwa "hura-hura" atas nama Tuhan itu semu.
Bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng dan komoditi dagangan saja.

Ketika Corona datang,
Engkau dipaksa mencari Tuhan.
Bukan di Basilika Santo Petrus.
Bukan di Kabbah.
Bukan di dalam gereja.
Bukan di masjid.
Bukan di mimbar khotbah.
Bukan di majels taklim.
Bukan dalam misa Minggu.
Bukan dalam sholat Jumat.

Melainkan,
Pada kesendirianmu.
Pada mulutmu yang terkunci.
Pada hakikat yang senyap.
Pada keheningan yang bermakna.

Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian.
Tuhan itu bukan (melulu) pada ritual.
Tuhan itu ada pada jalan keputus-asaanmu dengan dunia yang berpenyakit.

Corona memurnikan agama
Bahwa tak ada yang boleh tersisa.
Kecuali Tuhan itu sendiri!
Tidak ada lagi indoktrinasi yang menjajah nalar.
Tidak ada lagi sorak sorai memperdagangkan nama Tuhan.

Datangi, temui dan kenali DIA di dalam relung jiwa dan hati nuranimu sendiri.
Temukan Dia di saat yang teduh dimana engkau hanya sendiri bersamaNya.

Sesungguhnya Kerajaan Tuhan ada dalam dirimu.
Qalbun mukmin baitullah.
Hati orang yang beriman adalah rumah Tuhan.

Biarlah hanya Tuhan yang ada.
Biarlah hanya nuranimu yang bicara.
Biarlah para pedagang, makelar, politikus dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini.
Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini.

selamat beristirahat semua🙏🏻😘

Saturday, March 7

Sejarah Kota Bandung

Tulisan dr A.Fadil Abidin)

Dahulu di Jawa Barat tdpt 1 gunung yg kokoh berdiri bernama Gunung Sunda.
Sekitar 210.000-128.000 th yg lalu, Gn.Sunda ini meletus dgn dahsyatnya.
Letusan tramat besar itu diikuti oleh 13 letusan lainnya yg cukup besar.

Rangkaian letusan besar tersebut mengakibatkan dinding Gunung Sunda yang kokoh n bertinggi sekitar 3.500-4.000 mdpl runtuh.Terbentuklah kaldera besar efek dr letusan tersebut, yg membentuk danau raksasa bernama Danau Bandung Purba, serta didalamnya muncul Gunung Tangkuban Parahu.
Pada rentang 90.000-10.000 th yg lalu,G. Tangkuban Parahu meletus. Material letusan mmenuhi kawasan di sktr gunung tsb, trmsk Patahan Lembang n aliran sungai Citarum.Dampak dari letusan mmbuat Danau Purba Bandung trbagi mjd 2 bgn, D. Bandung Purba Barat n D. Bandung Purba Timur.

Seiring waktu n aktivitas gempa yg terjadi, tebing di setiap D. Bandung Purba ini terkikis mjd gua,sehingga air dari danau lama2 keluar melalui gua yg brnama Sanghyang Tikoro. Dari D. Bandung Purba yg mengering tsb, terbentuklah wilayah Bandung yg dikeliling oleh pegunungan skrg.
Asal kata Bandung

Kata Bandung diambil dari kata bendung atau bendungan. Ini sesuai dengan terciptanya kawasan Bandung, dari material lava letusan gunung berapi yang membendung aliran sungai Citarum.
Jika dari filosofi Sunda, disadur dari kalimat yang sakral dan juga luhur, yaitu Nga-Bandung-an Banda Indung. Inti dari kalimat tersebut mengartikan bahwa, tempat segala makhluk hidup dan juga benda mati yang menempati tanah ibu pertiwi dan disaksikan oleh yang Maha Kuasa.
Sebelum Kota Bandung menjadi bagian yang terpisah dari Kabupaten Bandung, dahulu di daerah Karapyak (sekarang Dayeuhkolot), merupakan salah satu pusat perdagangan n pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Barat.VOC memusatkan kekuasaan perdagangannya di daerah Karapyak tersebut.

Bandung jd kota
Kekuasaan VOC berakhir dan bangkrut pada tahun 1799, tak terkecuali yang ada di Kabupaten Bandung. Akibat hal tersebut, pemerintah Hindia Belanda saat itu melakukan penggantian orang-orang di pemerintahan.
Herman Willem Daendels ditunjuk sebagai Gubernur Jendral Pertama oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia lalu memerintahkan kepada Bupati Bandung, R.A Wiranatakusumah II, untuk memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung
Lokasi yang ditunjuk berada di titik kilometer 0 Bandung (berada di Jl Asia-Afrika saat ini).
Surat keputusannya dikeluarkan tanggal 25 September 1810. Tanggal tersebut akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bandung.
Bupati Bandung memindahkan warganya
Tanpa sepengetahuan Gubernur Jendral asal Belanda tersebut, R.A Wiranatakusumah II, sdh membuat rencana pemindahan penduduknya pada tahun 1809. Ia bahkan sudah menemukan lokasi yg cocok sebagai ibu kota, walaupun wilayahnya msh merupakan hutan.
Bupati Bandung ini juga sudah akan mengarahkan warganya tinggal lebih ke utara, karena memang sudah ada pemukiman di sana. Wilayahnya adalah Cikapundung Kolot, Kampung Bogor, dan Kampung Cikalintu (sekarang daerah Cipaganti).
Bandung ibukota "Asia Afrika"
Kota Bandung dianggap sebagai ibu kota dari 2 benua, Asia n Afrika.Dulu,banyak negara di Asia n Afrika yg mrpkn negara jajahan. Bbrp tahun stelah Indonesia merdeka, tercetuslah ide untuk mengadakan konferensi negara2 di Asia n Afrika yg baru merdeka.

Pada tahun 1955, Indonesia menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Pertemuan ini menyuarakan perdamaian dan anti penjajahan. 29 negara tercatat mengikuti konferensi yang berlangsung di Gedung Merdeka, Kota Bandung ini.
Salah satu peserta KAA, Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, diberikan kesempatan berpidato. Dalam pidato tersebut, ia mengatakan Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.
Stasiun KA Bandung sbg Gerbang Utama
Stasiun yang lokasinya berada di Jalan Kebon Kawung ini sudah ada sejak 17 Mei 1884, seiring dengan diresmikannya jalur kereta Batavia -Bandung. Kemudian di tahun 1894, pemerintah Hindia Belanda juga meresmikan jalur kereta Bandung-Surabaya.

Sebelum itu, ide untuk dibangunnya stasiun ini berkaitan dengan pembukaan perkebunan di wilayah Bandung pada tahun 1870.Memasuki tahun 1900-an, tepatnya pada 1920, bangunan stasiun diperbesar n dibuat dengangaya arsitektur kolonial. Pada 16 April 1925 juga sempat dibangun monumen

di depan pintu selatan stasiun, sebagai bentuk peringatan 50 tahun Staatsspoorwegen (PT KAI-nya Hindia Belanda pada masa itu).
Lalu pada tahun 1931, stasiun kembali dirombak besar-besaran dan dibuat dengan gaya arsitektur art deco rancangan Dr. Ir. J. W. Ijzerman.

Terakhir, perombakan terjadi pada tahun 1990, yang dijadikan sebagai bagian depan Stasiun Kota Bandung di Jalan Kebon Kawung.

Terima kasih

search

teks marque

terima kasih telah berkunjung